Kordinator Satsus tipikor Kejati Jatim Hadiri Seminar KWRI

Banyuwangi Beritalima.com - Bertempat di aula gedung Universitas Banyuwangi (Uniba) KWRI (Komite Wartawan Reformasi Indonesia) DPC (Dewan Perwakilan Cabang) Banyuwangi menyelenggarakan seminar sehari bertemakan "Pembentukan Karakter Bangsa Sebagai Pencegahan Korupsi Sejak Dini) yang di ikuti oleh kurang lebih 300 peserta dari lembaga pendidikan sekolah dasar, menengah, atas baik negri maupaun suwasta yang ada di bumi Blambangan (31/3).
Hadir sebagai narasumber dalam seminar tersebut Halila Rahma Purnama SH. Mhum, selaku kordinator satuan khusus tindak pidana korupsi Kejaksaan tinggi Provinsi Jawa Timur dan Saikhu Kepala Inspektorat Kabupaten Banyuwangi. Pembahasan seminar yang dilaksanakan itu membahas tentang segala tindakan korupsi yang dinilai sangat merugikan keuangan negara.
Menurut Halila dalam penyampaianya mengatakan bahwa tindakan korupsi itu antara lain suap menyuap, penggelapan dalam jabatan, pemerasan, perbuatan curang, benturan kepentingan dan gratifikasi. Rata - rata mereka yang terjerat korupsi itu pejabat esekutif, legislatif, yudikatif, profesional dan swasta. Jika ditemukan tindak pidana korupsi Halila menyarankan agar para peserta seminar dapat melaporkan temuanya tersebut kepada yang berwenang menangani kasus - kasus korupsi, seperti ke kejaksaan, inspektorat, Polri dan KPK, tentunya dengan syarat cukup bukti yang akurat termasuk saksi minimal dua orang.
" Jika ditemukan tindak pidana korupsi siapapun berhak melaporkan, diharapkan masyarakat tidak usah khawatir karena dalam tataran undang - undang masyarakat yang melaporkan korupsi itu identitasnya bisa dirahasiakan oleh lembaga yang berwenang dalam menangani korupsi," jelasnya.
Selain itu terkait pembentukan karakter bangsa dalam dunia pendidikan menurutnya sudah masuk dalam kurikulum pendidikan."Sebenarnya terkait hal ini sudah masuk pada kurikulum pendidikan, karena pembentukan karakter bangsa di mulai sejak dini," pungkasnya.
Pemaparan senada juga disampaikan oleh Saikhu selaku Kepala Inspektorat Kabupaten Banyuwangi, dalam seminar itu pihaknya mengatakan bahwa tindak pidana korupsi juga bisa menjerat kepala sekolah, misal dengan proyek suwakelola yang di kerjakan, andai proyek suwakelola tersebut di borongkan atau di Cv kan maka program swokelola itu jika berjalan seperti itu yang bertanggung jawab khususnya kepala sekolah bisa di kategorikan korupsi, karena ada kepentingan dalam pengerjaan proyek yang dilaksanakan."Kalau dibantu oleh pihak rekanan itu tidak apa - apa namun itu hanya sebatas membantu, dan jika dikerjakan oleh rekanan itu tidak dibenarkan," urainya.
Banyak penjabaran tentang korupsi nara sumber yang dihadirkan dan banyak menuai pertanyaan dari para peserta seminar yang antusias mengikuti jalanya seminar yang diselenggarakan oleh KWRI Banyuwangi.
Sementara itu ketua panitia penyelenggara Ahmad Masduki mengatakan seminar ini dilaksanakan guna mensosialisakan kerawanan tindak pidana korupsi kepada masyarakat, agar masyarakat khususnya kepala sekolah dilembaga pendidikan bisa memahami materi seminar yang diselenggarakan."Ini adalah pembentukan karakter bangsa, dan materi ini jauh hari sudah kita persiapkan dengan matang, dan alhamdulillah pelaksanaan seminar sehari KWRI bisa berjalan dengan lancar," paparnya.
Menurut Sutoyo SH, selaku ketua KWRI DPC Banyuwangi mengatakan bahwa seminar ini dilaksanakan untuk memperingati Hari Perss Nasional (HPN) Tahun 2015."Kita selenggarakan seminar ini bertujuan untuk sinergitas antara pejabat lembaga pendidikan dan rekan wartawan yang tergabung dalam KWRI Banyuwangi. Selain itu poin penting dalam kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan semangat rekan - rekan KWRI di Banyuwangi agar bisa terus berkarya dalam pemberitaan di masing - masing medianya," jelasnya.

Nampak hadir Sekertaris Dinas Pendidikan Banyuwangi Dwiyanto, Teguh Sumarno selaku Rektor Uniba, perwakilan Polres Banyuwangi, Dandim 0825 serta Danlanal Banyuwangi yang ikut serta memberikan semangat dalam berlangsungnya kegiatan seminar sehari yang diselenggarakan KWRI Banyuwangi. (Yud/abi)