WISATA RUMAH APUNG DI MANFAATKAN CARI PUNGUTAN LIAR(PUNGLI)

Banyuwangi beritalima.com Pengembangan wisata di banyuwangi kini kian di galakkan guna menarik wisatawan masuk ke wilayah banyuwangi.

Salah satu contoh tempat wisata yang berada di kawasan desa bangsring kecamatan wongsorejo yang di kelola oleh salah satu kelompok nelayan "samudra bhakti"yang beralamat di desa bangsring kecamatan wongsorejo.Dimana dalam beberapa hari sebelumnya kelompok nelayan samudra bhakti sempat menuai konterfersi public.yang di duga kelompok nelayan samudra bhakti sering kali mendapatkan bantuan dari dinas Kelautan dan perikanan propensi jawa timur.saat di konfirmasi tiem berita lima sekertarais desa bangsring"thorik,mengatakan bahwa kelompok nelayan samudra bhakti belum pernah mengajukan ijin kelompok.namun thorik mengatakan tau kalau ada kelompok nelayan di desa bangsring.salah satu anggota kelompok nelayan samudra bhakti yang sudah keluar dari kelompok mengatakan sering mengetahui kalau bantuan di jual belikan bahkan si pembeli dari bangsring breeze.mengakui kalau membeli sebuah kapal yang di duga kapal itu berasal dari bantuan pemerintah.

Saat tiem berita lima mendatangi lokasi wisata rumah apung di temukan berbagai pungutan liar di antaranya,tiket masuk mobil dengan harga Rp.5000 Tetapi tidak ada tiket tertulis untuk masuk ,salah satu warga desa bangsring "cong enek(40)mengatakan bahwa pekerja yang berada di rumah apung tersebut bukan dari kelompok nelayan samudra bakti karena saya tau siapa aja kelompoknya mas ungkap enek mantan anggota kelompok nelayan samudra bhakti.bahkan tiem saat meminjam alat pelampung di tarik dengan biaya sebesar Rp.5000 per jaket pelampung .bahkan naik kapal pun tiem di tarik uang sebesar Rp.5000 per orang.linda(35) sebagai pengunjung sangat keberatan dengan pungutan biaya yang sangat besar karena tempat wisata yang di peruntukkan oleh masyarakat banyuwangi ternyata harus mengeluarkan uang sebesar Rp.15.000 per orang.(Tiem)