Bengkalai Pekerjaan BWSS V Sisakan Sedimen Menggunung di Padang Selatan

PADANG, SUMBAR -- Bengkalai pekerjaan pasca pelaksanaan paket kegiatan pengendalian banjir, lahar gunung berapi dan pengamanan pantai di aliran Batang Arau Kecamatan Padang Selatan mulai menebar persoalan lingkungan. Pekerjaan swakelola yang dilakoni Satker Balai Wilayah Sungai Sumatera V(BWSS V), menyisakan endapan sedimen bercampur sampah yang telah mengeras bahkan menggunung di bantaran sungai.
Kerusakan lingkungan yang timbul pasca pelaksanaan pekerjaan yang telah menghabiskan uang negara (APBN) sebesar Rp1.306.596.000,- tersebut, antara lain berupa aroma busuk menyengat dari sedimen bercampur sampah yang lembab pasca diguyur hujan. Tumpukan lumpur yang melimpah ke jalan juga terasa sangat mengganggu bagi pemilik kendaran yang lalu lalang di kawasan tersebut. Apalagi setelah lumpur tersebut mengeras, kendaraan terpaksa zigzag.
Adek Rizaldi selaku Kepala Satker BWSS V, belum memberikan penjelasan terkait kondisi pekerjaan jajarannya yang terindikasi asal jadi tersebut. Bahkan ketika dihubungi ke ponselnya bernomor 08126628xxx, tidakkunjung diangkat. Termasuk untuk membalas konfirmasi via pesan singkat, Adek juga terkesan bungkam, tidak berkenan memberikan penjelasan. Informasi yang beredar dikalangan rekan mass media dan aktivis LSM, kuat dugaan Adek Rizaldi sengaja bersikap demikian demi menghindari komunikasi dan menjawab konfirmasi seputar pekerjaan yang dilaksanakan oleh jajarannya. Parahnya lagi sejumlah rekan mass media dan LSM yang terkenal kritis dan vokal mengungkapkan, nomor-nomor tertentu yang menghubunginya untuk konfirmasi sengaja di-protect.
Kondisi serupa juga ditemukan ketika media ini mencoba menghubungi ponsel bernomor 08126728xxx milik Kalbadri selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan pekerjaan terkait. Diduga, keengganan berkomunikasi dengan rekan mass media dan aktivis LSM tersebut disebabkan telah sangat banyaknya pertanyaan senada terkait bengkalai pekerjaan di jajarannya.
Pantauan terakhir media ini, kondisi sedimen bercampur sampah yang telah mengeras bahkan menggunung justru dimanfaatkan warga setempat untuk bercocok tanam. Terlihat dari puluhan batang pisang yang telah berbuah, serta beragam tumbuhan lainnya.

(tim) 
berani • benar • berhasil