BKPM Minta Daerah Membuat 'Replika' PTSP

Surabaya (BeritaLima.Com) - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meminta 144 daerah di Indonesia sudah membuat 'replika' Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) pada tahun 2015 ini. Ke-144 daerah tersebut terdiri dari 120 kabupaten/kota yang memiliki kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus serta 24 provinsi.
Kepala BKPM, Franky Sibarani, menyampaikan hal itu pada para wartawan setelah membuka acara Konsolidasi Perencanaan dan Pelaksanaan Penanaman Modal Nasional di Hotel JW Marriott, Selasa (14/4/2015). Dia berharap dengan 'replika' itu mampu mengakomodir tingginya minat investor di Indonesia dan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).
Dikatakan, PTSP pusat ini menggunakan sistem online dengan PTSP di daerah. ''Sistem online tersebut sudah berjalan 60 persen. Ini sekaligus mendorong kepastian tentang berapa lama pengurusan perijinan yang dibutuhkan oleh investor jika berinvestasi, semuanya transparan dan bisa dimonitoring proses perijinan sampai mana,'' ujarnya.
Menurutnya, target penambahan investasi tahun 2015 mencapai Rp 519 triliun atau naik 14 persen dibanding pencapaian tahun 2014. Dari jumlah itu untuk wilayah Jawa sebesar Rp 282,6 triliun, Sumatera Rp 75,2 triliun, dan Kepulauan Kalimantan Rp 74,5 triliun, Sulawesi Rp 27,8 triliun, Bali Rp19 triliun, Maluku Rp7,3 triliun, dan Papua Rp33,2 triliun.
Selama 5 tahun terakhir Singapura masih menempati posisi pertama sebagai negara yang menanamkan modalnya paling tinggi di Indonesia, yakni USD 26 miliar. Disusul Jepang USD 12 miliar, Amerika Serikat USD 7,4 miliar, Korea Selatan USD 6,8 miliar, dan Belanda USD 5,6 miliar.
Malaysia, masih menurut Franky, nilai investasinya naik cukup signifikan. ''Malaysia berada di posisi ke-8 dengan nilai investasi USD 4,1 milyar di 2014. Tahun 2013 nilainya USD 750 juta. China masih di urutan ke-12 dengan nilai investasi USD 1,5 miliar, dan Taiwan urutan ke-14 nilai investasinya sebesar USD 1,45 miliar,'' urainya. .
Dari hasil evaluasi, biasanya di negara yang ada perwakilan BKPM mampu memberikan nilai investasi yang tinggi. Peran perwakilan BKPM di negara-negara tersebut cukup penting untuk mendorong besaran nilai invetasinya di Indonesia.
''Kami masih memikirkan strategi bagaimana mekanisme mencari patner seperti membentuk perwakilan BKPM di negara yang belum ada perwakilannya dan menggelar Investor Forum seperti halnya di China,'' ungkapnya.
Mengenai Konsolidasi Perencanaan dan Pelaksanaan Penanaman Modal Nasional, untuk menindaklanjuti hasil tahun sebelumnya serta mengetahui target-target apa saja yang akan dipromosikan sampai akhir 2015. Dengan demikian BKPM lebih mengetahui kontribusi apa yang bisa diberikan untuk daerah.
Sedangkan untuk promosinya, kata Franky, daerah bisa mengikuti Regional Investor Forum yang sebelumnya sudah dilaksanakan di Medan, Manado dan Mataram. Setiap BKPM daerah bisa membawa 10 investor mengikuti Regional Investor Forum. ''Konsolidasi ini diikuti 400 lebih peserta dari BKPM daerah, dihadiri 2 Duta Besar RI di Singapura dan Korea Selatan serta berbagai kementerian,'' pungkasnya. (Gan)
Teks foto :
Kepala BKPM, Franky Sibarani.