BPJS Ketenagakerjaan Darmo Sosilalisasi Di Kampung Unggulan

Surabaya (BeritaLima.Com) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Darmo, Surabaya, Minggu (12/4/2015) pagi juga blusukan di kampung, di wilayah RW.2 Asem Bagus, Kelurahan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Surabaya. Sosialisasi yang diikuti puluhan warga kampung setempat ini dihadiri Lurah Tembok Dukuh, Dwi Mulyo Agus Yarso.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Darmo, Dani Santoso, mengatakan, bahwa selain BPJS Kesehatan di negara ini juga ada BPJS Ketenagakerjaan yang tugasnya memberi jaminan sosial pada semua pekerja, baik pekerja formal maupun pekerja bukan penerima upah seperti pedagang kakilima, pemilik warung, tukang becak dan pekerja mandiri lainnya. 

Dikatakan, BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan akan ditambah dengan program Jaminan Pensiun mulai awal Juli nanti. Hingga saat ini masih banyak pekerja yang belum mengikuti program itu, Karena itu, sosialisasi di kampung ini diharapkan semua masyarakat termasuk yang paling bawah dapat mengetahui pentingnya jaminan sosial ini.

Dengan didampingi Kepala Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Cabang Darmo, Kunto Wibowo, Dani mengatakan, jumlah pekerja formal yang masuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Darmo sebanyak 101.000 tenaga kerja aktif, dan pekerja bukan penerima upah tercatat 11.315 orang, termasuk 105 orang yang baru daftar saat sosialisasi di kampung ini.

Dikatakannya, syarat untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja bukan penerima upah sangat mudah, yakni umur tidak lebih dari 55 tahun dan cuma membawa foto copy KTP. Iuran atau preminya juga sangat ringan. Untuk mengikuti program JKK tiap bulan hanya Rp 29.500,-, JKM cuma Rp 8.850,-, dan JHT Rp 59.000,-.

Iuran ringan tapi manfaat atau santunannya cukup besar, tandas mereka. Untuk santunan JKK, jika pekerja mengalami kecelakaan sampai meninggal, santunannya sebesar Rp 141.600.000,-, kalau cacat dapat Rp 165.200.000,-, dan jika luka dapat bea perawatan maksimal Rp 20 juta.

Bahkan, ke depam BPJS Ketenagakerjaan akan menambah manfaat program JKK dengan istilah 'JKK Return To work', yakni bagi pekerja yang mengalami kecelakaan hingga cacat fisik akan diupayakan dapat kembali bekerja setelah dikursuskan sesuai kondisi fisiknya, di samping membantu bea sekolah bagi anaknya.  

Terus untuk santunan JKM nilainya sebesar Rp 21 juta, dan untuk program JHT santunannya sebesar iuran yang dibayar selama aktif kerja ditambah hasil pengembangan saldo.

Dalam sosialisi tadi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Darmo juga menyerahkan santunan  pada peserta yang mengalami kecelakaan kerja, yakni Yanti, dan santunan JKM atas nama Miftahul Huda kepada ahli warisnya, Hj Uswatun Hasanah. Selain itu juga menyerahkan bantuan untuk kebersihan kampung unggulan ini.

Lurah Tembok Dukuh, Dwi Mulyo Agus Yarso, sangat berterimakasih pada BPJS Ketenagakeerjaan Cabang Karimunjawa yang mau sosialisasi di wilayahnya. Dia berharap sosialisasi seperti ini terus dilakukan di kampung-kampung lainnya, sehingga seluruh pekerja di wilayahnya akan terjamin perlindungan sosial. "Kami siap membantu menindaklanjuti sosialisasi ini agar seluruh pekerja warga kami daftar BPJS Ketenagakerjaan," kata Dwi. (Gan).

Foto berita BPJS Ketenagakerjaan Cabang Darmo.