BPJS Ketenagakerjaan Karimunjawa Blusukan Di Kampung

Surabaya (BeritaLima.Com) - Masih banyaknya masyarakat yang belum tahu tentang adanya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan membuat BPJS Ketenagakerjaan Cabang Karimunjawa Surabaya blusukan ke kampung untuk sosialisasi. Minggu (12/4/2015) pagi mereka sosialisasi di Kampung Kertajaya IV Surabaya.

Blusukan di kampung ini diawali dengan senam pagi yang diikuti ratusan warga setempat. Setelah senam, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Karimunjawa, Heru Prayitno SH, menjelaskan pada masyarakat tentang BPJS Ketenagakerjaan dan manfaat program-programnya.

Dijelaskan, BPJS itu ada dua, BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Keduanya beda instansi dan yang ditangani. BPJS Kesehatan melayani kesehatan masyarakat, sedangkan BPJS Ketenagakerjaan mengurusi tentang jaminan sosial para pekerja, baik pekerja formal seperti perusahaan-perusahaan maupun pekerja bukan penerima upah seperti pedagang warung, kakilima, tukang becak, pembantu rumah tangga atau pekerja mandiri lainnya.

Berdasarkan Undang-Undang No.24 Tahun 2011 Tentang BPJS Ketenagakerjaan, kata Heu, seluruh pekerja wajib menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kenapa wajib, karena untuk melindungi para pekerja supaya bila sampai mengalami kecelakaan dan meninggal dunia dapat santunan.

Dikatakannya, syarat pendaftaran untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja bukan penerima upah sangat gampang, umur tidak lebih dari 55 tahun dan cuma bawa KTP. Iurannya juga sangat ringan, tergantung program yang diikuti. Akan tetapi, meski iurannya ringan, nilai santunannya cukup besar.

"Jadi, menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan ini sangat penting. Sekarang coba bayangkan kalau sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya kecelakaan atau meninggal dunia, bagaimana biayanya seandainya tidak terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan," kata Heru.

Disebutkan, ada 4 program BPJS Ketenagakerjaan, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT), serta Jaminan Pensiun. Untuk JKK dan JKM sifatnya wajib diikuti, untuk JHT yang sifatnya tabugan tidak wajib bagi pekerja bukan penerima upah, dan untuk Jaminan Pensiun baru mulai dilaksanakan pada pertengahan tahun ini. 

Sosialisasi di kampung ini, meski perhatian masyarakat tidak sebanyak sosialisasi sebelumnya, tapi cukup berhasil. Karena, hampir seluruh masyarakat yang hadir akhirnya jadi tahu keberadaan dan manfaat program BPJS Ketenagakerjaan, bahkan tidak sedikit yang langsung daftar di tempat ini, terlebih ada bonus gratis bayar iuran sebulan.

Pada wartawan media ini Heru mengatakan, target dari blusukan di kampung ini yang pertama memang untuk memberi pemahaman pada masyarakat tentang keberadaan BPJS Ketenagakerjaan, karena selama ini kebanyakan masyarakat tahunya cuma BPJS Kesehatan. Target kedua menjaring kepesertaan baru, terutama pekerja bukan penerima upah.

Menurutnya, jumlah pekerja yang terlindungi jaminan sosial masih sangat rendah, terutama yang bukan penerima upah. Padahal jumlah pekerja bukan penerima upah jauh lebih banyak dari pekerja formal, sekitar 70 % dari 1,3 juta pekerja di Surabaya.

"Harapan kami semua pekerja baik formal maupun bukan penerima upah mendapat perlindungan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan," kata Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Karimunjawa ini, (Gan)

Teks Foto: Kepala BPJS Cabang Karimunjawa, Heru Prayitnmo SH, ketika secara simbolik menyerahkan kartu kepesertaan pada salah seorang warga.