DPRP Tinjau Pelaksanaan Ujian Online

Jayapura, Beritalima.com –Wakil Ketua III beserta tiga anggota komisi V yang membidangi pendidiikan , kesehatan DPR Papua melakukan pemantauan langsung  di lapangan dengan mengunjugi dua sekolah yang berada di sentani, salahsatunya adalah sekolah SMK N 1 sentani Kabupaten Jayapura.
Yanni selaku Wakil ketua III DPR Papua menjelaskan, bahwa kedatangan mereka di sana untuk melihat secara langsung pelaksnaan ujian nasional secara online yang sudah berlangsung kurang lebih tiga hari di kota Jayapura.
"Jadi kami hari ini datang untuk memantau  secara langsung pelaksanaan ujian nasional UN yang di lakukan secara online, selain itu juga  kami menanyakan beberapa hal kepada kepala sekolah apakah apakah mengalami kendala selama pelaksanaan ujian online ini,''Ungkapnya, Rabu (15/4).
Dijelaskannya, pihaknya juga menanyakan apakah siswa di sini bisa mengerjakan soal secara onlinem, "saya juga menanyakan Kepala Sekolah apakah siswa di sini sudah mampu dalam mengerjakan soal secara online, dan  apakah siswa semua bisa mengikuti dan mengunakan computer, dan juga  apakah tenaga pengajarnya juga cukup dan paham dengan system online itu , karena kita banyak mendengar keluhan  dari luar bahwa masih ada kendalanya sehingga untuk provinsi papua semuanya belum bisa melakukan ujian nasional dengan system online,''Katanya
Selain itu di akhirnya, bahwa dalam menghadapi ujian nasional secara online pihak sekolah telah mengantisiapsi dalam pemadaman listrik oleh PLN akhir-akhir ini terjadi.
"Saya juga mendengarkan bhawa pihak sekolah telah menyiapkan generator untuk mengantisipasi adanya pemadaman listrik pada saat berlangsungnya ujian nasional ini. Saya rasa ini merupakan suatu kesiapan pematangan dalam menghadapi ujian ini dan saya cukup salut dengan kesiapan itu,"jelasnya
Ditempat yang sama, Anggota Komisi V DPR Papua, Natan Pahabol mengatakan, dalam rangka ujian nasional ini kami anggota di komisi V ini sudah dibagi menjadi 3 kelompok yaitu ada dua anggota ke Biak karena disana juga ada dua sekolah yang sedang mengikuti ujian nasioanal secara online. Dan kami bertiga bersama ibu Wakil Ketua III melakukan kunjungan ke SMK Negeri 1 Sentani ini.
"Kami tahu ada sekitar 10 sekolah yang ada di Papua yang telah melakukan ujian secara online dan dari 10  sekolah itu,  Kabupaten Jayapura ada dua sekolah. Itu  menurut data yang kami dapat dari dinas P dan P. salah satunya SMK 1 yang kita kunjungi saat ini, " jelas Natan.
Dikatakan,  di sekolah ini ada banyak anak Papua yang studi disini, untuk  mewakili sekian sekolah ditanah Papua. Dan ini sangat luar biasa karena  bisa mempersiapkan siswanya dengan baik untuk mereka bisa berpartisipasi dalam satu kegiatan nasional yang luar biasa.
"Kami berharap aga kedepannya ada perhatian serius dari pemerintah dalam hal ini  Pemerintah Kabupaten dan juga Pemerintah Provinsi untuk
memberi dukungan. Agar dari 10 sekolah bisa melakukan ujian nasional secara online.  Semoga di tahun 2016 mendatang ada 50 sekolah yang juga bisa berpartisipasi langsung dalam melakukan ujian nasioanla
secara online, " harapnya.
Sebab kata Natan, dalam ujian secara online ini, pemerintah juga mau melihat tolak ukur kemampuan atau kualitas siswa. Sehingga Papua juga
bisa sejajar dengan provinsi lain atau tidak.
"Tapi ternyata dengan beberapa  sekolah yang bisa ikut berpartispasi, kami Papua juga bisa. Tergantung pemerintah mendukung lewat infrastruktur, fasilitas, dan sarana prasarana dan tentunya guru-guru yang berkualitas dan punya kemampuan yang handal, "  imbuhnya.
Sementara itu Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Sentani, Budi Riyanto, mengucapkan terimakasih atas kunjungan Wakil Ketua III DPR Papua beserta rombongan ke sekolah untuk memantau berlangsungya ujian nasional berbasis computer di SMK 1 Negeri Sentani.
"Kita patut syukuri karena dua hari berjalan tidak ada  kendala yang berarti, namun kemarin memang sempat terjadi rencana pemalangan tapi kami melakukan komunikasi dengan baik sehingga ujian tetap berjalanm, sementara hak yang mempunyai hak ulayat ini bisa komunikasi dengan baik dengan dinas terkai tsehingga pada hari ini bisa berjalan dengan
baik, " terangnya.
Harapan kami sudah kami sampaikan masukan-masukan demi pengembangan sekolah  kami kedepan sehingga betul-betul lulusan anak kami bisa
diterima dan di pekerjaannya sesuai dengan jurusan  mereka
masing-masing.
"Peserta ujian ada 186 siswa. Ujian nasional berbasis computer, khusus ruang 3 disediakan 12 komputer namun ada beberapa siswa membawa leptop pribadi.  Di  ruang 3 ada 30 sisiwa kemudian di ruang 1 dan 2 masing-masing 22 siswa. Tapi hari ini ada satu siswa  yang tidak hadirtanpa keterangan, " jelasnya (Edy/Papua).