Lulus Tanpa Aksi Konvoi & Corat Coret

Jember,beritalima.com.pada 9 Apr 2015 15:45,


Polres Jember kumpulkan ratusan kepala Sekolah SMP dan SMA yang ada di Jember untuk koordinasikan program UN Jujur Bermatabat tanpa Aksi Konvoi dan Corat coret.
Berangkat dari pengalaman yang terjadi disetiap tahunnya dimana pengumuman kelulusan siswa hampir selalu disertai dengan aksi konvoi kendaraan bermotor dan aksi corat coret seragam sekolah. Yang lebih membuat prihatin ada juga ada sebagian siswa yang merayakan kelulusanya dengan pesta miras, narkoba, bahkan melakukan sek bebas. Hal itulah yang membuat  Polres Jember akhirnya menggagas Program Songsong UN Bermatabat, Jujur, tanpa aksi Konvoi dan Corat Coret.
Kapolres Jember AKBP M Sabilul Alif SH SIK kepada beritalima.com,hari Kamis siang menerangkan, untuk mengatisipasi terjadinya hal-hal negatif terkait kelulusan Siswa Pihaknya menggagas ide pengumuman kelulusan tanpa konvoi dan corat-coret seragam.
Sebagai tahap awalnya, Polres Jember menggelar sosialisasi ke Sekolah-sekolah. Dan hari ini sebanyak 200 kepala Sekolah baik tingkat SMP maupun SMA dikumpulkan dalam kegiatan sosialisasi tersebut. Kepada para kepala sekolah Kapolres menyatakan jika ada baiknya anak-anak  yang lulus menyumbangkan pakaian mereka  kepada pihak-pihak yang lebih membutuhkan. Dan Pihak kepolisian siap memfasilitasi hal tersebut,  dengan cara meminta Dinas Pendidikan untuk mengakomodasi pengumpulan seragam dari sekolah masing-masing untuk selanjutnya disalurkan kepada yang lebih membutuhkan. Selain itu,  Kapolres juga meminta agar Dinas Pendidikan meliburkan siswanya di hari pengumuman kelulusan. Pengumuman diantar via surat ke rumah masing-masing. Pasalnya cara tadi diyakini bisa menutup peluang dilakukannya aksi corat-coret dan konvoi paska pengumuman kelulusan.
Jika ternyata ada siswa dan siswi yang memakai seragam sekolah yang dicorat-coret dan melakukan konvoi di hari kelulusan, kapolres menegaskan, dapat dipastikan  mereka adalah pelajar liar sehingga akan dikenakan sanksi tilang kepada yang bersangkutan sekaligus memanggil pihak sekolah serta orang tuanya.
Lebih lanjut Kapolres menyampaikan usulanya, agar tiga hari setelah kelulusan, pihak sekolah menggelar Pesta Tematik. Seperti  melakukan lomba busana dan karnaval cita-cita. Para siswa dan siswi yang telah lulus diminta memakai pakaian khas sesuai dengan cita-cita mereka. dimungkinkan ada yang memakai pakaian dokter, polisi, pilot, tentara, dan lain sebagainya. Dan  peragaan busana itu dapat pula dilombakan. Kegiatan tersebut  diyakini dapat memotivasi siswa yang lulus untuk lebih bersemangat memperjuangkan cita-cita mereka.( senan ).