Pakde Karwo Puji Konsep CT-Preneurship

Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo memuji konsep CT-Preneurship yang disampaikan oleh Prof. Dr. (H.C.) Chairul Tanjung saat Pengukuhan Jabatan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Kewirausahaan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga di Ruang Garuda Mukti Gedung Rektorat Unair Surabaya, Sabtu (18/4).


    Ia mengatakan, konsep CT-Preneurship mampu memadukan pragmatisme, idealisme, dan tata nilai Indonesia. Konsep tersebut diambil berdasarkan pengalaman, idealisme yang dianut, serta tata nilai budaya Indonesia dengan aspek religi Chairul Tanjung (CT) selama menjalankan bisnisnya.
Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim menyampaikan, pragmatisme dan idealisme bisnis sulit disatukan, namun pemikiran dari CT mampu menyatukannya agar bisnis mempunyai nilai tidak hanya membawa keuntungan diri sendiri dan keluarga, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara.
Sementara itu, Prof. Dr. (H.C.) Chairul Tanjung mengangkat CT-Preneurship Perpaduan Pragmatisme, Idealisme, dan Tata Nilai Indonesia sebagai materi pidatonya. Itu merupakan pokok pemikiran dan filosofi bisnis yang dianut dan dijalankannya hampir lebih dari 30 tahun.
"Apa yang saya telah lihat, alami, dan jalankan selama lebih dari 30 tahun berkecimpung dalam dunia kewirausahaan memberikan banyak sekali pelajaran dan pengalaman," ujarnya.
Menurutnya, pemikiran tersebut sangat baik jika dapat dibagikan kepada mereka yang telah dan akan memilih wirausaha sebagai jalan hidupnya agar berhasil mencapai kesuksesan dalam usasahanya, dan di sisi lain usahanya mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat, bangsa dan negara. 
Lebih lanjut disampaikannya, dalam CT-Preneurship, pragmatisme, idealisme, dan tata nilai Indonesia akan menciptakan perpaduan antara hasil akhir dan proses, keuntungan (profit) dan kemanfaatan (benefit), kepentingan pribadi, dan masyarakat, bangsa, dan negara, serta langkah taktis jangka pendek dan langkah strategis jangka menengah panjang.
"Kita tetap berpegang pada idealisme dan tata nilai Indonesia yang kita anut, tanpa harus berkompromi dengan langkah-langkah pragmatis yang diambil oleh seorang entrepreneur," katanya.  
 Selain itu, terdapat 10 poin penting dalam konsep CT-Preneurship sebagai cara memperoleh kesuksesan berwirausaha seperti memulai usaha dengan niat baik; membaca dan menangkap dan menciptakan peluang yang ada, jika tidak ada ciptakan peluang; uang bukan modal utama; buy future with the present value,;menjadikan kegagalan sebagai sahabat baik; kerja keras, pantang menyerah, detil, tidak kompromi terhadap hasil akhir, disiplin, dan perfeksionis; intuisi adalah sesuatu yang rasional; ambil keputusan, cari solusi, bukan masalah; pragmatism dan idealisme bukan minyak dan air; serta cari keberkahan Tuhan.
CT dikukuhkan menjadi profesor atau guru besar dalam bidang ilmu kewirausahaan berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 155868/A4.3/KP/2014. Selain menjadi guru besar di Universitas Airlangga, CT juga menjadi visiting profesor di Universiti Teknologi MARA Malaysia serta mendapat gelar doktor honoris causa dalam bidang kewirausahaan dari Universitas Padjajaran dan Universitas Airlangga.
Sebelum CT menyampaikan pidatonya, Rektor Unair Prof. Dr. H Fasichul Lisan, Apt.  mengatakan bahwa CT merupakan guru besar ke-438 Unair dan guru besar ke 146 Unair setelah berbadan hukum.

Pengukuhan Prof Dr (HC) Chairul Tanjung sebagai guru besar Universitas Airlangga dihadiri sejumlah pejabat negara. Di antaranya mantan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta Ibu Ani Yudhoyono, dan Wakil Presiden RI ke-11 Boediono beserta Ibu Herawati Boediono. Selain itu, hadir pula Gubernur Jatim Pakde Karwo beserta Bude Karwo, Wagub Jatim Gus Ipul, Ketua MPR RI Zulkifi Hasan, Ketua DPR RI Setya Novanto, Ketua Makamah Agung H. Muhammad Hatta Ali, Walikota Surabaya Tri Rismaharini.
Sejumlah menteri kabinet kerja juga datang seperti Menteri Perindustrian Saleh Husin, Menteri Tenaga Kerja M Hanif Dhakiri, Menristek M Nasir. Menteri Kabinet Indonesia Bersatu pun ikut hadir seperti mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi, dan Mendiknas M. Nuh, serta Para Duta Besar Negara Sahabat. (hm/di).