Pendidikan Di Bireuen Harus Benar-Benar Berkualitas

Bireuen,Beritalima  Membangun Bireuen dengan tujuan bisa lebih baik  menyangkut harkat dan martabat masyarakat Bireuen yang diperkirakan masih kalah jauh dibanding daerah lain harus meliputi berbagai masalah terutama masalah Pendidikan dan Kebudayaan.  Terkait dengan masalah Pendidikan dan Kebudayaan maqsih terpuruk makanya pihak pemerintah perlu meningkatkan akses kualitas pelayanan pendidikan mulai sejak dini yang mengacu kepada Angka Melek Aksara ( AMA ) . Sesuai data yang saya peroleh dari sumber Dirjen PAUDNI Kemendikbud, Bireuen sangat memprihatinkan . Hingga Tahun 2014 AMA mencapai 80,70 Persen dan rata-rata lama sekolah ( RLS ) 9 tahun.  Hal tersebut diungkapkan Syamsul Rizal Jibro wartawan SKM " Monalisa " dalam acara diskusi bersama anggota Fraksi DPRK Bireuen dari PNA dan NasDem .       Menurut Rizal Jibro Pemkab Bireuen perlu melakukan upaya peningkatan progam Paket B penyetaraan SMP /MTs,namun perlu pengawasan terkait progam wajib belajar dengan beberapa progam yang yang berkaitan dengan peningkatan eksebilitas dan kualitas pendidikan. Sementara Tgk Haydar Abu Tu Blang Bladeh pihak pengelola pendidikan dalam hal ini Dinas P dan K Bireuen perlu melqakukan peningkatan eksebilitas dan kualitas pendidikan termasuk yang harus diperhatikan adalah pembangunan akses jalan ke sekolah, prasarana serta sarana sekolah seperti WC yang saat ini mayoritas sekolah tidak punya Toilet, Kantor Kepala Sekolah/Dewan Guru dan peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan.       Menurut penjelasan Kepala SMPN 3 Bireuen, Jasmi, S.Pd,   pihaknya sudah berulangkali mengusulkan anggaran untuk pembangunan fasilitas tersebut ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen agar di SMP Negeri 3 Bireuen dibangunan sarana MCK karena anak asuh di SMPN 3 Bireuen sudah mencapai 900 orang lebih.  Dijelaskan, sejak dirinya menjabat sebagai kepala sekolah tersebut pada tahun 2012, sudah pernah juga diusulkan ke Dinas P dan K Bireuen,tapi sudah tahun 2015 belum juga terealisasi. " Ini harus difocuskan sebab penerapan perilaku hidup sehat pada lingkungan sekolah tidak akan jalan dan ini perlu perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas P dan K Bireuen untuk menyahuti kebutuhan siswa ini, dengan membangun sarana MCK yang sesuai standar di sekolah ini," Ungkap Haidar .     Terkait hal tersebut, Anwar Hasan Anggota DPRK dari Partai NasDem sangat mendukungnya dan dirinya akan melakukan koordinasi dengan Dinas P dan K Bireuen dan membicarakan masalah tersebut. Menurut Anwar , informasi yang diperoleh dari pihak masyarakat ( komite) mayoritas sekolah di Bireuen terkait dengan masalah dana tidak transfaran. Seharusnya pemasukan dana dan pengeluarannya sesuai progam harus diketahui oleh Komite sekolah dan guru agar progam yang dilaksanakan bila ada dana yang tidak mencukupi bisa diusahakan oleh komite bersama wali murid. Di sisi lain, di setiap sekolah di Bireuen komite sekolah hanya onggok yang tidk berfungsi dalam melqaksanakan tugas dan fungsinya sebagai komite . Bahkan ada sekolah setelah memilih komite tidak ada pelantikannya sehingga Komite sekolah tidak bias berbuat apapun untuk pengembangan dan dukungan terhadap sekolah. ( Suherman Amin)