Perlu Perhatian Pemerintah Aceh : Alih Fungsi Kakao Ke Sawit Kian Memprihatinkan

Bireuen,beritalima  Harapan masyarakat Aceh menjadi penghasil kakao terbesar di Sumatera akan pupus . Betapa tidak ! Nyaris banyak petani kakao mengalihfungsikan lahan kakao ke Sawit. Hal ini memang sangat memprihatinkan karena semakin berkurangnya lahan kakao di beberapa kabupaten/kota di Kawasan Aceh.   Demikian pernyataan yang diungkapkan Kepala UPTB.Balai Benih Pertanian dan Perkebunan Sare,Ahdar kepada beritalima Rabu, 15 April 2015 di Padang Tijie Pidie dalam perjalanan menuju Sare – Banda Aceh.   Menurutnya hal tersebut perlu disikapi karena keberadaan kakao Aceh dewasa ini semakin berkurang dengungnya.  Lihat saja tambah Ahdar, sepanjang jalan lintas nasional mulai dari gampoeng ( desa-red) Blang Beutek Kecamatan Padang Tiji Kabupaten Pidie menjadi salah satu bukti bahwa kakao di Aceh akan berkurang produksinya dibanding beberapa tahun lalu.   Ariadi salah seorang petani kakao kepada beritalima menyebutkan, dirinya telah mengalihfungsikan lahan kakao yang telah berusia 20 tahun menjadi kebun sawit. Dan ironisnya 16 Ha lahan kakao sekarang hampir 80 prosen sudah ditanami sawit dan sebagian sawit telah panen.     Menurut Ariadi pengalihan itu dilakukan akibat penyakit busuk buah kakao dengan gejala buah menghitam dan biji kakao keras telah membuatnya lebih pesimis untuk menyisakan tanaman kakao miliknya sehingga beralih ke sawit.     Ariadi menambahkan, ada sebagian petani kakao sudah mengalihfungsikan secara total untuk ditanami sawit, namun luas lahan mereka maksimal 3-5 Ha.   Kepala UPTB Balai Benih Pertanian Sare, Ahdar, menggeleng-gelengkan kepala seraya berucap luar biasa, menghadapi tantangan serta realita keberadaan kakao Aceh terus terpuruk. Dan Pemerintah Aceh tentunya Dinas Perkebunan tidak bisa berdiam diri apalagi saat ini  Dinas Perkebunan punya fungsi peningkatan produksi kakao secara intensif tetap ditindaklanjuti.   Ahdar menyebutkan, Kebun kakao yang terbengkalai pengelolaannya seperti di Kabupaten Pidie Jaya perlu diremajakan, sosialisasi penyakit dan penanganan penyakit kakao, melatih petani kakao, merekrut pemuda peduli kakao, menfasilitasi pemasaran dan menjaga kualitas kakao serta masih cukup banyak pembenahan lainnya menyangkut peningkatan produksi kakao Aceh.   Menurut Ahdar, alih fungsi lahan pertanian sebenarnya menjadi pemikiran pemerintah sebab akan menjadi masalah terberat bagi Aceh konon lagi seperti terjadi di Blang Beutek Kecamatan Padang Tiji Kabupaten Pidie kondisinya kian memprihatinkan,setelah beberapa areal perkebunan Kakao dialihfungsikan menjadi lahan Sawit. ( Hera ) Teks Foto : Ariadi menjelaskan kenapa ia mengalihfungsikan lahan Kakao menjadi lahan Sawit bersama Kepala UPTB.Balai Benih Pertanian Sare. ( Suherman Amin )