Ranah Pendidikan Bireuen Dilanda Keterpurukan , Termoda Kasus Joki UN Paket C

Bireuen,Beritalima    Sungguh ironis ketika UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan dan UN hanya sebagai pengukuran indek integritas sekolah ( IIS) masih saja terjadi pembodohan siswa dengan berbagai hal. Apa maksud dibalik itu tunggu saja pihak Polres Bireuen menguak tabir sindikat kasus Joki dalam pelaksanaan Ujian Nasional ( UN ) Paket C yang berhasil dibongkar jajaran Kepolisian Resort Bireuen.   Dalam kaitan tersebut pihak Polres Bireuen tengah mengusut tuntas dan kita doakan saja dalang ekternal pendidikan dibalik itu terkuak agar motto UN yang diharapkan mulai 2015 benar-benar jujur dan berprestasi masih dapat dilaksanakan.   Di Bireuen terjadinya kasus sindikat Gacok ( Joki ) yang melibatkan mahasiswa,masyarakat bahkan pegawai di berbagai instansi pemerintah.   Sangatlah memalukan ketika   pendidikan di Bireuen baru akan bangkit bahkan pada 2014 memperoleh Penghargaan  “Apreciation 2014”  dari Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah (Kembuddikdasmen) dan dua siswa SMK Negeri 1 Bireuen memperoleh dua medali perak dalam kompetisi siswa di Olimpiade Sains Nasional ( OSN ) ternyata dengan adanya kasus bocornya Ujian Nasional ( UN ) dan sindikat Joki yang disebut-sebut dikoordinir oleh pihak ekternal pendidikan.    Sungguh sangat ironis berbagai apresiasi diperoleh Pemkab Bireuen baik merupakan prestasi  gemilang yang diukir Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, atas penghargaan karena sikap dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Bireuen terhadap bidang pendidikan yang sangat tinggi.   Tapi sayangnya, kemudahan untuk mendapatkan ijazah sekolah menengah atas (SMA) atau sederajat rupanya punya telah merupakan “potret buram” bagi dunia pendidikan di Kabupaten Bireuen.  Sebagai mana terkuak dalam pelaksanaan UN (Ujian Nasional) Paket C di SMA Negeri 2 Bireuen ditemukan dugaan peserta UN yang menggantikan orang lain atau “joki” padahal hal itu jelas-jelas “haram” dan tidak dibenarkan.   Menurut sinyalemen hadirnya Joki akibat diiming-iming bayaran oleh RM ( 60 ) warga Bireuen dengan mengkoordinir empat Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat ( PKBN ) yang juga turut terlibat adalah Ags, TM, TS dan An sehigga dari 152 peserta yang ikut UN haqnya 16 orqang yang murni selebihnya adalah Joki yang bekerja atas nama orang lain.  Salah seorang Joki kepada wartawan menyebutkan, peserta Hal senada juga diungkapkan peserta lain, yang menjadi peserta pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Bangsa pimpinan Ags, dengan dengan iming-iming mendapat honor.   Sementara dalam konferensi pers di Mapolres Bireuen Rabu (15/4) malam 42 Joki 94 Joki yang belum tertqangkap dimintai keteraqngan oleh jajaran Polres Bireuen sebagai saksi namun bisa saja mereka sebagai tersangka tergantung bagaimana keterlibatannya.  Tersebut.   Dalam prosesi perkembangan di masyarakat , beritalima memperoleh keterangan bahwa ke 5 pimpinan PKBM disinyalr terlibat sebab semua PKBM pimpinan mereka banyak siswa yang ikut Paket C tersebut bukan dirinya  tetapi Gacoek ( joki ) yag direkrut dari mahasiswa dan masyarakat bahkan Pegawai di berbagai instansi pemerntahan.    Sebagaimana diberitakan sebelumnya Aparat Kepolisian jajaran Polres Bireuen berhasil mengamankan 42 dari 136 Joki Ujian nasional ( UN ) Paket C Setara SMA yang mengikuti ujian yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Bireuen Rabu (15/4) serta 1 Koordinator sejumlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat ( PKBM ) RM (60) pensiunan PNS warga Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen yang disinyalir beliaulah yang mengkoordinir Joki. Sementara  94 lainnya lolos melarikan diri.         Pelaksanaan UN Paket C yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Bireuen jumlah peserta UN paket C 152 orang dan hanya 16 peserta yang asli sedangkan 136 lainnya lainnya adalah Joki.          “ Peserta murni hanya 16 orang, 136 orang merupakan Joki dan hingga Rabu pukul 22.OO WIB sudah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian 42 orang sedangkan 94 lainnya melarikan diri. “ Kata Kapolres Bireuen  AKBP M Ali Khadafi ,S.IK dalam temu Pers Rabu (15/4) malam sekira pukul 21.30 WIB di Mapolres Bireuen.         Menurut Kapolres Bireuen AKBP M ALI Khadafi,S.IK masalah tersebut disinyalir dikoordinir oleh koordinatornya berinisial RM  (61) seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) dengan membawahi lima Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) .         Kapolres Bireuen menyebutkan, terkait masalah tersebut pihaknya sudah meminta pertanggung jawaban kepada Kepala Dinas P dan K Bireuen Drs Nasrul Yuliansyah,M.Pd, namun Nasrul meminta kasus tersebut ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum oleh pihak aparat kepolisian hingga tuntas.         Menjawab wartawan, terkait para peserta UN bodong yang diamankan, Kapolres menyebutkan yang sudah selesai diperiksa dan apabila tidak ada indikasi memberatkan semua mereka dilepaskan kecuali yang terindikasi memberatkan dan terjerat hukum itu tetap diamankan.        Menurut Kapolres Bireuen Joki UN bisa dijerat Pasal 264 KUHP tentang tindak pidana pemalsuan dengan ancaman krungan badan selama 7 tahun penjara.    Kepala Dinas P dan K Bireuen Nasrul Yuliansyah M.Pd yang dikonfirmasi menyebutkan,pihaknya baru mengetahui bahwa Joki lebih dari satu setelah adanya mahasiswa dan masyarakat dibekuk pihak berwajib dan dirinya merasa terkejut karena terlalu banyak sebab didunia ini tidak diizinkan melakukan hal tidak adanya kejujuran konon lagi bidang pendidikan. (Suherman Amin)    Teks Foto : Kapolres Bireuen AKBP M Ali Khadafi,SIK didampingi Wakapolres dan Kasat Reskrim memberikan keterangan pers. Dan . Joki tengah diperiksa di Mapolres Bireuen. ( Suherman Amin)