Satpol PP Kota Surabaya Razia Tempat Penjualan Minuman Beralkohol

SURABAYA,beritalima.com - Pemberlakukan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang pengawasan, pengendalian dan pelarangan peredaran minuman beralkohol, mulai diterapkan di Surabaya. Mulai hari ini Satpol- PP Surabaya melakukan razia ke sejumlah minimarket dan toko kelontong yang ditemuinya. Kamis (15/4/15)
SURABAYA  (SPNews) - Sejumlah minimarket menjadi target razia oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Kamis (15/4). Razia terhadap toko modern ini memastikan tidak ada minuman beralkohol yang dijual. Sebab, kemarin merupakan batas terakhir bagi pelaku usaha minimarket untuk membersihkan rak jualan mereka dari peredaran miras.

Langkah tegas ini merupakan implementasi dari  Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang pengawasan, pengendalian dan pelarangan peredaran minuman beralkohol.
 
"Penertiban kami fokuskan pada minimarket. Kalau untuk toko-toko tradisional yang berjualan miras, itu nanti dulu. Kami kan masih harus sosialisasi juga ke mereka (pemilik toko tradisional yang berjualan miras). Hari ini (kemarin) ada sebanyak 25 minimarket yang kami razia. Minimarket ini tersebar di Surabaya utara, selatan, timur barat dan pusat," kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Surabaya, Nury Dyah Nirmala disela-sela razia di salah satu minimarket di Jalan Kayoon kemarin.

Nury menjelaskan, berdasarkan dari temuan sendiri dan juga laporan yang dia terima, pihaknya belum menemukan minimarket yang berjualan miras. Pihaknya sendiri belum dapat memastikan sampai kapan razia ini akan digelar. Tapi yang pasti, pihaknya akan terus mengawasi peredaran miras di minimarket. Dalam tiap razia, tim akan terdiri rata-rata delapan petugas. Dari Satpol PP dan juga Disperdagin.
"Dari minimarket yang kami razia, tidak ada yang menjual miras. Mungkin pengusaha tidak mau beresiko ketika nanti ditutup oleh Pemkot. Dari pada rugi karena minimarket mereka ditutup lebih baik tidak menjual miras," terangnya.

Disisi lain, Pemkot akan memproses izin penjualan miras secara khusus menyusul adanya pemberlakuan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengendalian Peredaran Miras, terutama di minimarket. Pemkot akan terus melakukan sweeping (razia) terhadap toko-toko modern yang masih nekad menjual minuman keras.(Sh86)