Terkait Din Minimi, Direktur YARA akan diperiksa Polisi, Safaruddin SH : Siap diperiksa, Sambil Ketawa

Aceh Timur- Kelompok Din Minimi, yang selama ini dikenal dan kerap melakukan aksi kriminal bersenjata dibeberapa Kabupaten di Aceh, terus diburu oleh pihak Kepolisian Aceh (Polda). Disamping itu, pihak Polda Aceh juga akan memanggil dan memeriksa serta meminta pertanggungjawaban kuasa hukum atau pengacara, Din Minimi, Direktur LSM YARA (Yayasan Advokasi Rakyat Aceh)  Safaruddin, SH.
Sebagaimana diketahui, Direktur YARA, Safaruddin, SH, akan diperiksa polisi terkait kedekatannya dengan kelompok bersenjata Din Minimi.
" Saya siap diperiksa untuk dimintai keterangan (Sambil Ketawa) terkait dengan advis hukumnya selaku pengacara terhadap kliennya." Ujar Safaruddin, SH, kepada media ini, melalui pesan BlackBerry Massengernya, Senin 13 April 2015.
Menurut Safaruddin, apa yang dilakukannya selama ini, murni menjalankan profesinya selaku pengacara atau advokat." Seharusnya, Kapolda membaca dulu Undang- undang Advokat Nomor 18 Tahun 2003 tentang advokat dan Undang- undang Nomor 16 Tahun 2011 Tentang Bantuan Hukum.
" Jadi, sangat jelas diatur pada Undang- undang, Nomor 16 Tahun 2011, Bab IV, Pemberian bantuan hukum, pasal 9 huruf g yang berbunyi, mendapatkan jaminan perlindungan hukum, keamanan, dan keselamatan selama menjalankan pemberian bantuan hukum dan Pasal 11 berbunyi, pemberi bantuan hukum tidak dapat dituntut secara perdata maupun pidana dalam memberikan bantuan hukum yang menjadi tanggung jawabnya yang dilakukan secara itikad baik didalam maupun diluar sidang pengadilan sesuai standar bantuan hukum berdasarkan peraturan perundang- undangan dan atau kode Etik Advokat," terang Safar.
Untuk itu, kata Safar, Kapolda sebelum mengeluarkan statementnya harus memahami dulu tentang Undang- undang." Dan ianya berharap kasus Din Minimi ini diungkapkan secara terang benderang jangan tuduh sembarangan dan jangan dipolitisir agar jelas duduk persoalannya," demikian cetusnya.
Seperti diketahui, disela-sela Konfrensi Pers di Aula Mapolres Lhokseumawe, Senin (13/4) pukul 10:00 Wib, Kapolda Aceh menyampaikan, "Kami akan meminta Pertanggungjawaban Direktur YARA, Safaruddin, SH dan itu telah kami pikirkan sebelumnya untuk menyelidiki sejauh mana peran pengacara dengan Din Minimi sampai ada fotonya berfose berdiri dengan kelompok tersebut dengan menenteng senjata,sampai diexpose di media cetak dan elektronik," ujar Kapolda saat menanggapi pertanyaan salahsatu wartawan media lokal tentang sikap pihak kepolisian melihat hubungan direktur YARA dan kelompok bersenjata Din Minimi.
Sebelumnya dan dilansir pada sejumlah Media Lokal dan Elektronik Direktur YARA, Safaruddin, SH, bersama- sama rekan wartawan, berhasil menemui Kelompok bersenjata Nurdin bin Ismail Ahmad Alias Abu Minimi pada tanggal 9 Oktober 2014, Pertemuan tersebut diabadikan dan dipublikasikan oleh sejumlah media cetak dan elektronik di Aceh.
Bahkan, Direktur YARA ini, menjadi Kuasa Hukum dari Abu minimi serta kerap menjadi penghubung antara media dengan Din Minimi dalam memberi Statement ataupun bantahan yang bersifat menuduh Kelompok Din Minimi adalah pelaku ataupun Keterlibatan dalam sebuah kasus Kriminal yang kerap ditudingkan oleh aparat kepolisian kepada kelompok bersenjata tersebut. (@@Redaksi)