Untuk Bangkitnya Mutu Pendidikan : Ketua MKKS Bireuen Harapkan Semua Sekolah Hidupkan Perpustakaan

Bireuen,beritalima         Ketua Musyawarah Kelompok Kerja Kepala Sekolah ( MK3S ) Wilayah Bireuen, Abdul Fattah,S.IP,M.Pd mengharapkan kepada para pengelola perpustakaan di seluruh sekolah untuk mengembangkan dan membenahi perpustakaan dengan sebaik-baiknya demi terlaksana upaya penunjang pembangkitan mutu pendidikan yang tengah digebrak dengan berbagai kegiatan oleh pengelola pendidikan baik di daerah maupun di Propinsi dalam jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.             Harapan tersebut disampaikan Abdulfattah kepada beritalima Senin ( 13/4 ) di ruangan kerjanya sehubungan dengan adanya progam membangkitkan mutu pendidikan yang oleh semua unsur yang menginginkan pendidikan Bireuen akan bangkit sebagaimana diusulkan pihak DPRK Bireuen Anwar Hasan dari Partai NasDem dan Haidar Abu Tu dari Partai PNA .          Disebutkan, semua sekolah dalam kaitannya memberdayakan perpustakaan sekolah memang sudah sejak lama, namun kendala pengelolanya saja yang tidak ada keahlian khusus hanya saja guru bahasa Indonesia yang ditempatkan sebagai pengelola perpustakaan, itupun sebagai sampingan.             Menurut Abdulfattah, selama ini di setiap sekolah bukan hanya sekolah yang dipimpinnya,  pelaksana pustaka belum pernah ditatar sehingga pustaka sekolah yang diperbantukan pengelola kepada salah seorang guru terkesan amburadul dan tidak adanya penataan yang menarik,happy dan enjoi bagi anak-anak sehingga peserta didik jenuh dan tak mampu berlama-lama di ruangan perpustakaan. " Saya harapkan, benahi perpustakaan dengan penataan dan pengelolaan yang baik sehingga anak didik di sekolah happy, enjoi dan menarik memasuki perpustakaan kapan saja, apalagi di waktu senggang dan jam-jam tertentu demi untuk menimba ilmu dengan bisa berlama-lama di perpustakaan," Imbaunya.  Selain itu,tambahnya, pustaka harus menyenangkan siswa yang tengah menimba ilmu dan usahakan penataan yang apik sehingga anak-anak betah dan merasakan nikmat dalam membaca.  Menjawab tentang kendala yang mereka hadapi memenuhi tuntutan agar perpustakaan mengenjoikan peserta didik sebagai anak asuhan dan binaan yang menggodok ke depan penuh dengan ilmu pengetahuan, selain pengelola perpustakaan yang belum ada, buku perpustakaanpun sangat minim sehingga hal itu merupakan kendala yang memang menjenuhkan anak asuhnya membaca karena bukunya itu-itu saja tidak ada tambahan. Terkait dengan masalah kendala yang dihadapinya, Abdulfattah sangat mengharapkan semua pihak mau memberikan bantuan berupa sumbangan buku untuk kebutuhan perpustakaan sekolah yang minim buku. ( Hera ) Teks Foto : Abdulfattah ( tengah ) memberikan keterangan kepada wartawan di Ruang Kerjanya. (Suherman Amin)